Akibat Cuaca Ekstrem Nelayan Menjerit, Harapkan Pemerintah Bangun Pemecah Ombak

banner 120x600

Cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Timur, khususnya kawasan pesisir Kota Kupang, berdampak pada masyarakat yang tinggal dikawasan tersebut, para nelayan dikawasan perkampungan nelayan Oesapa salah satunya, mereka sudah beberapa hari ini tak lagi bisa melaut akibat cuaca ekstrem ini, himbauan dari BMKG bahwa angin kencang dan gelombang tinggi akan terjadi diperairan NTT, telah memaksa mereka untuk menunggu sampai kondisi cuaca membaik(14/3/2024)

Haji Basri, salah satu warga yang berdomisili dikawasan tersebut, saat ditemui tim media menyebutkan, bahwa kondisi ini sangat berdampak bagi para nelayan.

“Kasihan mereka yang selama ini menggantungkan penghasilan dari melaut, mereka jadi tak bisa turun ke laut akibat kondisi cuaca badai dan gelombang tinggi, air juga sampai masuk ke rumah-rumah warga, puncaknya sampai kemarin itu warga diungsikan ke masjid Al-Fitrah, kondisi seperti ini sebenarnya setiap tahun terjadi, kami berharap kalau bisa pemerintah melalui dinas terkait membangun pemecah ombak seperti yang ada di kawasan pantai Lasiana” tegas Haji Basri.

“Kebetulan saya selama ini menjadi pembeli hasil Teripang dari para penyelam, nah kalau kondisi cuaca begini maka mau tidak mau kita tanggulangi dulu kebutuhan mereka, nanti kapan kondisi cuaca sudah normal dan mereka sudah bisa melaut lagi tinggal mereka selesaikan” tambahnya.

Sementara itu menurut salah seorang nenek yang juga tinggal di pesisir Oesapa, dirinya sudah tiga hari ini tidak bisa tidur, karena air laut masuk kedalam rumah yang ditinggalinya, selain itu menurutnya deburan ombak yang menghantam tanggul pantai juga terdengar mengerikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *