Tak Pernah Tersentuh Perhatian Pemerintah, Kondisi Jalan Rusak Di Oelon, Dikeluhkan Warga

banner 120x600

Masyarakat di kawasan Oelon III tepatnya yang ada di Gang Laskar Bilon I, RT 027 RW 011, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak bahkan telah bertahun-tahun tak pernah mendapatkan perhatian pemerintah.

Karel Koeslulat, salah satu Kepala Suku Helong dan Tokoh Masyarakat dikawasan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah, Karel menyatakan isi hatinya tersebut pada, Senin 15 April 2024, hal itupun disampaikan oleh pria yang telah memasuki usia senja tersebut kepada tim Nirmedia

“Masak kami ini kan masyarakat yang juga harus merasakan pemerataan pembangunan, kami ini masyarakat yang selalu rutin membayar pajak kepada pemerintah, tapi kenapa kami kok seakan tidak diperhatikan, jalan yang kami lalui ini telah sangat lama rusak, sejak dibangun tahun 1987, saat itu jamannya Gubernur NTT, Pak musakabe, waktu itu wilayah kami ini masih berstatus ikut wilayah kabupaten Kupang, Bupati Kupang saat itu, Paul Lawa Rihi” tutur Karel menjelaskan sejarah sambil jarinya menunjuk kearah jalan yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Saat ditanya soal Harapannya, Karel dengan tegas mengharapkan bahwa ada perhatian serius dari pemerintah terkait perbaikan jalan yang menurutnya sangat besar manfaatnya itu.

“Sebagai masyarakat tentu kami minta jalan kami ini bisa diperbaiki karena kondisinya yang rusak, kami sudah seringkali membawa permasalahan jalan ini kedalam diskusi Musrembang, bahkan kami juga mengeluh kepada para politisi yang akan maju baik dari legislatif maupun dalam Pilkada, namun hanya janji-janji saja yang selama ini kami terima, terus terang dengan kondisi jalan yang rusak ini sangat menghambat mobilisasi masyarakat, ini area persawahan dan juga kebun sayuran, itu semua merupakan potensi yang selama ini juga turut mendukung pasokan kebutuhan pangan masyarakat, selain itu disini juga ada mata air Oelon yang airnya sangat jernih dan melimpah dikala musim hujan, sumber mata air ini juga dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat di Kota Kupang” tambah Karel.

“Melalui media ini, kami sebagai masyarakat berharap agar apa yang menjadi harapan dan kerinduan kami selama ini, yaitu memiliki jalan yang sama dengan daerah-daerah lainnya di Kota Kupang bisa terwujud, pemerintah melalui dinas terkait dapat melihat dan mengambil langkah dalam mewujudkan mimpi kami ini, semoga keluhan dan harapan kami ini bisa didengar oleh para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan” pungkas Karel Koeslulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *