Tidak Terima Dimutasi, Mantan Kepsek Segel SMPN 6 Rentung, Manggarai

Rallmedia

Keterangan Foto : Tidak Terima Dimutasi, Mantan Kepsek Segel SMPN 6 Rentung, Manggarai
banner 120x600

Manggarai – Tidak terima dimutasi, mantan kepala sekolah (kepsek) menyegel ruang kelas SMPN 6 Rentung, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah itu, Jumat (22/3).

Saat dikonfirmasi awak media, mantan Kepala SMPN 6 Rentung Alfons mengakui dirinya yang mengunci ruang kelas serta tidak mengijinkan guru dan murid masuk ruangan.

“Saya menunggu klarifikasi dari Dinas Pendidikan terkait mutasi saya yang tanpa pemberitahuan. Segel atau kunci tidak akan saya buka sampai saya mendapatkan jawaban,” katanya.

Sebelumnya Kamis (21/3), Kepala Dinas Pendidikan Dan Olahraga Manggarai Wensislaus Telah melantik sejumlah kepala sekolah baru untuk TK/PAUD, SD dan SMP termasuk SMPN 6 Rentung.

Dalam mutasi ini, Alfons yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMPN 6 Rentung dimutasi menjadi staf pengajar atau guru di SMPN Kajong, Kecamatan Reok Barat.

Dia menyatakan, dirinya memahami jika bupati memiliki wewenang untuk memutasi pegawai, namun mutasi dirinya dia anggap lucu. “Salah saya apa hingga dimutasi dari kepala sekolah menjadi staf pengajar?,” tanyanya seraya mengancam apabila tidak ada klarifikasi, dirinya akan mengganggu bahkan sampai ujian nasional mendatang.

Sementara Kepala SMPN 6 Rentung yang baru Heri Sebatu mengatakan, dirinya berupaya melakukan pendekatan kepada seniornya itu agar proses belajar mengajar di sekolah tersebut kembali normal. “Saya lakukan pendekatan kekeluargaan. Kasihan murid kalau kesulitan belajar,” katanya.

Meskipun mengakui masalah ini di luar kapasitasnya, dia akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan Alfons agar membuka kembali ruang kelas sekolah tersebut.

Dia menambahkan, dirinya merasa prihatin dan terpukul melihat para siswa yang harusnya ujian tapi tidak bisa ujian. Heri dan para guru berharap, agar aksi Alfons segera mendapatkan respon dari Dinas Pendidikan Dan Olahraga sehingga para siswa tidak menjadi korban.

Hingga berita ini ditulis dan ditayangkan, dari pihak Dinas Pendidikan Dan Olahraga Kabupaten Manggarai belum bisa dikonfirmasi. (!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *