Pengerjaan Proyek Revitalisasi Pasar Umum Negara Dikeluhkan Warga Penyanding

Rallmedia

Keterangan Foto : Peroyek revitalisasi pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana dikeluhkan warga penyanding.
banner 120x600

Jembrana – Proyek revitalisasi Pasar Umum Negara saat ini sedang dikebut pengerjaannya. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT APG dengan menelan anggaran mencapai Rp 100 milyar lebih.

Sayangnya pengerjaan proyek rehab Pasar Umum Negara berlantai tiga tersebut justru mendapat keluhan dari sejumlah warga penyanding. Pasalnya, pihak pelaksana proyek dituding tidak ada sosialisasi dengan warga penyanding.

Sejumlah warga penyanding Pasar Umum Negara mengaku merasa terganggu dengan aktifitas proyek. Terutama saat pengerjaan pada malam hari yang menggunakan alat berat. Aktifitas alat berat menyebabkan sejumlah rumah warga penyanding bergetar dan berakibat retaknya lantai rumah. Seperti yang dialami oleh Untung, salah seorang warga penyanding.

“Rumah saya bergetar sampai saya kaget dan takut. Itu akibat aktifitas alat berat, lantai rumah sampai retak-retak. Tapi entah itu karena getaran atau apa yang jelas retak setelah ada proyek,” ujar Untung, salah seorang warga penyanding, 6 Maret 2024.

Selain menimbulkan getaran yang hebat, aktifitas proyek menurut Untung juga menimbulkan debu yang sangat menganggu aktifitas warga sekitar. Dikuatirkan debu-debu tersebut bisa berdampak terhadap kesehatan warga.

Untung dan sejumlah warga penyanding lainnya juga mengatakan, pihak pelaksana proyek juga tidak pernah sosialisasi kepada warga penyanding termasuk tidak pernah memberikan konfensasi kepada warga penyanding. Padahal pengerjaan proyek tersebut sangat berdampak kepada warga sekitar.

Sementara itu warga penyanding lainnya juga mengeluhkan terkait perubahan gambar proyek pasar umum Negara. Diawal tidak ada gambar pagar tembok keliling, namun akhirnya muncul gambar tembok keliling.

“Awalnya tidak ada gambar tembok keliling, tapi kemudian gambar berubah tiba-tiba ada tembok keliling. Akses masuk ke dalam pasar juga dibatasi, intinya perubahan gambar itu sangat merugikan warga penyanding,” terang Made Budi Darma, warga penyanding lainnya.

Warga penyanding berharap pihak pelaksana proyek kembali melakukan sosialisasi dan bersedia memberikan konfensasi kepada warga penyanding karena pelaksanaan proyek tersebut cukup berdampak kepada warga sekitar.

Sementara itu Kadis PUPR Pemkab Jembrana Wayan Sudiarta dikonfirmasi melalui telpon menjelaskan dari perencanaan awal hingga pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Umum Negara tidak ada perubahan gambar.

Gambar yang ada menurutnya memang terdapat pembangunan pagar tembok keliling. Pagar tembok pasar itu memang diperlukan untuk keamanan dan kenyamanan lingkungan pasar. Hal ini menurutnya sudah disosialisasikan dari awal. (!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *