banner 728x250

Komisi I DPRD Jembrana Pastikan Tak Ada Unsur Perundungan Di SMP Negeri 5 Mendoyo

Keterangan Foto : Komisi I DPRD Jembrana Pastikan Tak Ada Unsur Perundungan Di SMP Negeri 5 Mendoyo
banner 120x600

Jembrana – Komisi I DPRD Kabupaten Jembrana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 5 Mendoyo, Kecamatan Mendoyo, pada Jumat (10/10/2025) pukul 09.00 Wita, menyusul adanya laporan masyarakat serta informasi di media sosial terkait dugaan perundungan atau bullying terhadap salah satu siswa.

Sidak tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Jembrana, H. Sajidin, bersama para anggota: Nyoman Sudiasa, S.H., I Kadek Joni Asmara Adi Putra, S.AP., I Nyoman Trisna Wirayudha, S.H., I Made Gangga Paribasa, S.M., dan I Kadek Sadnyana.

banner 728x250

Kehadiran Komisi I DPRD Jembrana bertujuan melakukan klarifikasi lapangan sekaligus memastikan tidak terjadi pelanggaran yang dapat mengancam keamanan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.

Kronologi Singkat

Berdasarkan hasil penelusuran Komisi I, kegiatan belajar di sekolah saat itu berlangsung normal. Pada jam ke-8 dan ke-9, siswa mengikuti kegiatan kokurikuler berupa latihan lomba Kegiatan Tengah Semester (KTS) di bawah pengawasan wali kelas masing-masing.
Di kelas VII C, terjadi cekcok kecil antara dua siswa, Ni Komang Trias Darma Yanti dan I Putu Dika Nata Septiana. Dika menegur Trias dengan ucapan “kamu lemet-lemetan, tidak usah ikut lomba slodor,” yang kemudian dibalas dengan ucapan menyebut nama orang tua Dika. Ucapan tersebut memicu emosi hingga Dika menepuk bahu Trias satu kali.

Setelah kejadian, wali kelas Ni Made Asri Utami mengetahui Trias menangis dan berusaha menenangkan. Beberapa menit kemudian, Trias tampak lemas dan dibawa ke ruang UKS oleh teman-temannya. Di sana ia ditangani oleh anggota PMR dengan pendampingan guru UKS, Ibu Heryanthi.
Wali kelas sempat menawarkan untuk menghubungi orang tua atau mengantarkan pulang, namun Trias menolak dan pulang bersama temannya Ni Komang Diandra Dewi. Berdasarkan keterangan Diandra, kondisi Trias saat itu terlihat normal dan bahkan sempat tertawa.

Hasil Klarifikasi Komisi I

Dalam sidak, Komisi I DPRD Jembrana bertemu langsung dengan pihak sekolah, wali kelas, penanggung jawab UKS, serta orang tua dari kedua siswa yang terlibat. Setelah dilakukan pendalaman dan klarifikasi, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan berat atau perundungan sistematis sebagaimana diberitakan di media sosial.

“Peristiwa ini murni kesalahpahaman antar siswa saat kegiatan persiapan lomba. Tidak ada indikasi kekerasan terencana atau perundungan sistematis,” tegas H. Sajidin, Ketua Komisi I DPRD Jembrana.

Sebagai langkah penyelesaian, Komisi I memfasilitasi mediasi antara kedua siswa dan orang tua masing-masing, yang berlangsung kondusif dan penuh kekeluargaan. Kedua pihak sepakat berdamai dan berkomitmen menjaga hubungan baik agar kejadian serupa tidak terulang.

Penegasan dan Imbauan

Komisi I DPRD Jembrana menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membangun budaya saling menghormati dan memperkuat karakter peserta didik, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Kami mendorong semua pihak di sekolah agar terus menanamkan nilai saling menghormati dan empati. Dunia pendidikan harus bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujar Sajidin.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial, karena dapat memperkeruh suasana dan merugikan siswa yang masih dalam proses belajar.

“Kami ajak masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial. Mari bersama-sama menjaga suasana pendidikan yang kondusif,” imbuhnya.

Sidak Komisi I DPRD Jembrana ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan damai, disaksikan oleh anggota Komisi I, pihak sekolah, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Komisi I DPRD Jembrana memberikan apresiasi kepada seluruh pihak atas keterbukaan dan kerja sama dalam menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk menumbuhkan rasa empati dan saling menghormati. Kami akan terus melakukan pengawasan agar sekolah-sekolah di Jembrana tetap menjadi ruang aman dan nyaman bagi siswa,” tutup H. Sajidin. (%)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250