Kerinduan Lebih Dari Tiga Puluh Tahun Terpisah, Alumni SMP YPPS kini dipersatukan Kembali

banner 120x600

Setiap dari kita tentu pernah mengalami masa-masa indah, saat mengenyam pendidikan di bangku sekolah, tak terkecuali para alumni SMP YPPS, sekolah yang pernah jaya pada masa itu, terletak dikawasan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, yang saat ini telah bertransformasi menjadi SMP Al- Amin, para alumni sekolah tersebut kini menjalani kehidupan bersama keluarga masing-masing, waktu lebih dari tiga puluh tahun tentu telah membawa banyak perubahan bagi para alumni yang dulunya masih culun imut dan polos.

Saat ini sudah ada yang memiliki anak bahkan cucu bahkan ada pula yang telah mendahului menghadap Ilahi, namun rupanya kerinduan tetap ada dihati masing-masing alumni, sehingga terbentuklah groub WhatsApp para alumni, yang diharapkan menjadi media atau sarana dalam menjalin kembali tali silaturahmi antar para alumni.

Pada masa itu, Kepala Sekolah SMP YPPS adalah . Drs. Suradi Suharto,atau akrab disapa Pak Harto, yang menurut kabarnya beliau sudah 8 tahun ini dalam kondisi sakit stroke, dengan Pak Sugiyanto Sekarpuro, sebagai Wakil kepala sekolahnya.

Berikut ini adalah nama-nama alumni yang telah bergabung dalam group WhatsApp SMP YPPS antara lain, Gunawan asal lesanpuro Gang 12, kini telah menjadi anggota satuan pengamanan disalah satu komplek perumahan, yang ada di Malang, Kasiadi atau akrab disapa Unyil, karena memang bentuk tubuhnya yang mungil, kini telah menjadi salah satu staf di Universitas Widyagama, Sugiono yang dulu disekolah dikenal dengan panggilan gopar, kini menjadi pengusaha showroom motor second.

Sudarman asal Kedungboto, kini menggeluti dunia usaha sound system’ juga event organizer, sedangkan teman satu daerahnya yaitu Agus Solim, kini menjadi seorang ulama yang sekarang mengasuh majelis Ta’lim, Siswanto asal Cemoro Kandang, membuka usaha bengkel sama dengan Solikin asal Sekaran, Sudarmadji, sekarang menekuni usaha UMKM jamur tiram.

Sriwahyuni asal Polehan, kini menjadi aktifis komunitas disabilitas, dirinya aktif dalam kegiatan yang melibatkan para disabilitas, bertajuk aksi sosial, Riaji membuka usaha bunga, Sutikno menjadi juragan padi yang siap menampung gabah hasil panen dari para petani
Chusnul yang dulu waktu masih sekolah dikenal sangat cerewet dengan ocehannya yang kadang terdengar pedas bagi teman-temannya, kini telah berubah menjadi seorang ibu rumah tangga yang Sholeha dan penyabar, tentu semua ini tak lepas dari semakin dewasanya usia para alumni, serta perjalanan hidup yang telah mereka lalui.

Winanto, dulu saat masih sekolah dikenal suka usil dan memiliki postur tubuh kecil kini telah menjadi salah satu staf di BPR Gunung Ringgit, yang lebih mengagetkan adalah postur tubuhnya menjadi besar.

Nanang asal Sonosari juga membuka usaha sendiri, begitupula dengan Imam, termasuk juga Fajar asal Kota Lama, Mustakim kabarnya bekerja disalah satu kantor pembiayaan, sedangkan masih ada beberapa nama lain yang sementara ini belum terdeteksi keberadaannya, seperti Anisah, siti Nurcholis, Nurul, Madasari, Zainul, Gufron, Kamto, Johan, Mujiono, Warsianah, Farida, Yuyun, Fery.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *