Heboh !! Ngaku Cari ATM, Ratna Sarumpaet Kendarai Mobil Di Bali Saat Nyepi

Rallmedia

Keterangan Foto : Heboh !! Ngaku Cari ATM, Ratna Sarumpaet Kendarai Mobil Di Bali Saat Nyepi
banner 120x600

Warga Bali kembali heboh dipicu oleh seorang bernama Ratna Sarumpaet. Seniman Panggung Teater sekaligus Aktivis Politik kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara ini, diduga mengendarai mobil bersama seorang pria melintas di jalan Pantai Berawa, Desa Tandeg, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, saat hari raya Nyepi tahun Caka 1946, pada Senin (11/3/2024).

Foto diduga Ratna Sarumpaet ini sontak Viral beredar di perpesanan WhatsApp dan Sosial Media, saat dirinya bersama pria itu diperiksa Pecalang lantaran mengendarai mobil yang  berjenis Toyota Sienta warna coklat bernomor polisi B 2760 SOC bertepatan hari Nyepi di Bali.

Saat dikonfirmasi awak media, Bendesa Adat Tandeg, I Wayan Wartana membernarkan kejadian itu dan menjelaskan dimana Ratna mengaku terpaksa keluar dari vila yang ditempatnya menginap dengan mobil, karena saat tersebut cuaca sedang hujan, dan beralasan untuk mencari lokasi ATM terdekat. Di samping itu, Ratna Sarumpaet juga berdalih bahwa berdasarkan informasi dari asistennya dimana hari raya Nyepi itu sudah lewat, yaitu pada Sabtu (9/3/2024).

“Saya Ratna Sarumpaet, tadi beliau bilang gitu (memperkenalkan diri) kepada Pecalang. Sepertinya beliau bersama sopir atau siapanya gitu keluar mengaku cari lokasi ATM. Beliau juga beralasan bahwa stafnya bilang bahwa Nyepi itu pada tanggal 9,” jelas Wartana.

Ditambahkan Wartana, bahwa Ratna bersikap kooperatif ketika diberhentikan oleh aparat keamanan desa adat (pecalang) setempat.

“Setelah diberikan penjelasan secara persuasif dari pecalang, Ratna dan temannya itu langsung kembali ke vila atau tempat mereka menginap yang tidak jauh dari lokasi”, imbuh Wartana.

Pihaknya mengaku tidak memberikan hukuman, hanya meminta agar Ratna kembali ke tempatnya menginap.

“Tidak ada protes dari Ratna, beliau beralasannya lantaran missinformasi dari stafnya yang mengatakan jika Nyepi itu telah lewat pada tanggal 9, sementara Wartana mengaku telah jauh-jauh hari sudah mengeluarkan imbauan, baik terhadap masyarakat atauun akomodasi wisata, terkait rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1946.

“Adapun satu di antara poin dalam imbauan kami dimana seluruh masyarakat untuk berdiam diri tanpa melakukan aktivitas di luar rumah selama 24 jam”, sambung Wartana.

Seperti pada pakemnya agar umat melaksanakan Catur Brata penyepian, diantaranya Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak boleh bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak boleh berpesta). (!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *