Beredar Video Kakek Di Kabupaten Jembrana Tanpa Perhatian, Ternyata Jauh Dari Realita

Rallmedia

Keterangan Foto : Beredar Video Kakek Di Kabupaten Jembrana Tanpa Perhatian, Ternyata Jauh Dari Realita
banner 120x600

Jembrana – Beredarnya video di media sosial, mengenai seorang anak yang tinggal bersama kakeknya, seolah tanpa perhatian pemerintah, mengundang perhatian Pemkab Jembrana untuk melakukan penelusuran langsung mengecek atas kebenaran narasi yang disampaikan dalam video tersebut.

Ada total empat video yang disebarkan melalui media sosial, diantaranya video yang menampilkan anak yang dipanggil Mang dalam video mengunakan seragam sekolah sembari makan nasi saja dengan mangkok.

Kemudian video anak itu sedang berada depan tungku, anak sedang memberikan makan ternak babi dan anak yang merebahkan kepalanya pada pangkuan kakeknya yang sambil menangis sembari mengungkapkan keprihatinannya.

Beredarnya video tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, lamgsung memerintahkan jajarannya, mulai dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Camat Negara I Wayan Andy Suka Anjasmara dan Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma, guru pengajar di sekolah, serta kepala lingkungan dan pendamping sosial, dengan tujuan untuk memastikan kebenarannya, seperti apa yang disampaikan dalam video yang beredar di media sosial tersebut.

Dari penelusuran yang dilakukan, sejak beberapa hari lalu hingga pada Sabtu (2/3/2024), terungkap sejumlah fakta berbeda seperti apa yang disampaikan dalam video yang beredar. Saat turun ke rumah anak tersebut, anak bernama lengkap I Komang Nara Wibawa Putra, kelahiran 20 Juni 2014. Sehingga saat ini usianya masih 9 tahun 9 bulan dan bersekolah di sekolah dasar negeri kelas III.

“Ternyata, hasil penelusuran dari pemerintah kabupaten Jembrana, kenyataan tidak semua yang disampaikan dalam video benar. Bahkan terungkap video juga diduga rekayasa. Anak ini memang tinggal bersama kakeknya dan neneknya. Anak ini tinggal bersama kakek neneknya di Kelurahan Baler Bale Agung, karena bapaknya sudah meninggal sejak anaknya berusia 1,5 tahun. Sedangkan ibunya sudah menikah lagi. Sehingga selain sekolah, anak ini sering membantu kakek neneknya. Kakeknya yang disebut buta, ternyata tidak buta. Hanya rabun karena sudah usia dan tidak bisa baca tulis. Akan tetapi, untuk kondisi sosialnya sudah masuk data DTKS dan rutin mendapat bansos juga KIP. Sehingga tidak benar bahwa anak ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, justru sebaliknya pemerintah sudah memberikan bantuan secara berlapis terhadap anak dan kakek neneknya. Bahkan juga tercatat mendapat Bantuan YAPI Kemensos sejak tahun 2023. Sehingga, kakek neneknya selain telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, sudah banyak mendapat bantuan sosial dari non pemerintah”, jelas Camat Negara I Wayan Andi Suka Anjasmara, S.STP, MP bersama Tim.

Ditambahkannya, kondisi rumah kakek neneknya, bukan semi permanen atau anyaman bambu. Rumahnya sudah permanen dengan batu bata, hanya saja memang kondisinya masih belum layak karena masih belum ada pelapis dinding, terutama kamar tidur, kamar mandi dan dapurnya. Ternak babi kakeknya, berada di belakang rumah, dan di kandang babi itu, ada 10 ekor babi ternak kakeknya.

“Karena itu, dari hasil penulusuran dan verifikasi langsung, dari segi sosial dan pendidikannya, pemerintah sudah lengkap melakukan intervensi, dan mengenai rumahnya memang perlu diusulkan rehab fisik rumah agar lebih layak. Anak yang menurut gurunya kurang termotivasi belajar, perlu pendampingan anak untuk memotivasi semangat belajar si anak”, imbuh Camat Negara I Wayan Andi Suka Anjasmara, S.STP, MP bersama Tim.

Bahkan dari penelusuran terungkap, pembuatan video diduga memang sengaja direkayasa oleh perekam.

Sementara menurut penuturan kakek dari anak yang dipanggil Nara, bahwa video memang itu dibuat pamannya yang tinggal di Karangasem pada saat pulang ke Jembrana, pada Hari Raya Galungan beberapa waktu lalu.

Dimanq, video itu seakan sengaja disetting dengan mendramatisir cerita untuk menarik simpati dan empati yang menonton.

“Tidak benar yang ada di video itu,” tegas Kakek Nara. (!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *